Internet, Masa Lalu dan Facebook Repository


Dulu internet di Indonesia sangat lambat. Saya ingat sekali, dulu ketika tahun 2003, sampai menginap di warnet seorang teman untuk mendownload tulisan-tulisan menarik dari para pakar internet indonesia seperti Pak Micahel Sunggiardi, Pak Budi Rahardjo dan Kang Onno W. Purbo. Satu malam kami hanya bisa mendownload data sekitar beberapa puluh sampai seratusan megabyte saja.

Pada zaman ‘dulu’ rasanya susah sekali mempelajari GNU/Linux karena koneksi internet yang lambat itu. Dulu hanya Debian dengan APT-nya yang menggunakan internet sebagai sarana instalasi software. Tentu saja bisa juga secara offline jika sudah mendownload seluruh paket yang dibutuhkan dan menginstallnya dengan dpkg. Atau jika menggunakan Redhat yang ketika itu masih versi 6 atau 7 (saya lupa). Tentu saja harus mendownload semua paket satu persatu, karena tidak seperti sekarang, belum ada YUM ketika itu.

Beda sekali dengan sekarang. Saya sekarang bisa mendownload data lebih dari 1GB hanya dalam semalam. Itu dengan kecepatan yang terbilang biasa saja. Dengan koneksi internet ‘premium’ jauh lebih besar lagi. Begitu juga untuk mempelajari GNU/Linux. Dengan internet yang kencang bisa mendownload versi baru distro favorit kapan saja. Juga bisa menginstall paket-paket dari server repository, membaca tutorial, berkontribusi, bahkan membangun komunitas.

Jumlah server repository pun sudah berbeda jauh sekali dengan kondisi 1 dekade yang lalu. Server-server juga ‘lebih dekat’ dan semakin mudah diakses. Sosial media berkembang biak dan trafik internet berlipat ganda berkali-kali lipat. Bahkan kadang-kadang, karena infrastruktur yang semakin berkembang website social media bahkan lebih cepat diakses ketimbang website berita nasional misalnya. Itu dikarenakan memerka memiliki server terdistribusi dan beberapa server tersebut berada di dalam jaringan internet Indonesia.

Bahkan mereka juga berkontribusi untuk semakin memudahkan kita belajar GNU/Linux. Facebook salah satu diantaranya menyediakan sever repository untuk berbagai proyek Open Source mereka dan juga beberapa repository GNU/Linux. Distribusi yang mereka layani antara lain Centos, Fedora, Gentoo dan Ubuntu. Nah, jika anda ingin mencoba menggunakan server repository milik Facebook, silahkan arahkan alamat server repository ke:

Ubuntu
http://mirror.facebook.net/ubuntu

Centos
http://mirror.facebook.net/centos

Fedora
http://mirror.facebook.net/fedora

Gentoo
http://mirror.facebook.net/gentoo

Untuk melihat proyek-proyek apa saja yang tersedia di repository-nya, silahkan arahkan browser anda ke http://mirror.facebook.net

One thought on “Internet, Masa Lalu dan Facebook Repository

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s