Perangkat Lunak Alternatif Pilihan


Dahulu ketika mulai belajar menggunakan komputer pada tahun 1994, saya menggunakan sistem operasi Windows 3.11 for Workgroups dan Disk Operating System (DOS) versi 5 dan 6. Semua perangkat lunak yang saya gunakan adalah asli dan legal, termasuk perangkat lunak Office for Windows dan yang lainnya (ga inget lagi, apa aja ya? ). Seiring berjalannya waktu, mulailah saya mengenal perangkat lunak-perangkat lunak lain termasuk update dari perangkat lunak sebelumnya. Namun perbedaannya, perangkat lunak-perangkat lunak tersebut adalah hasil dari unauthorized copying, dimana pengguna menyalin installer dari perangkat lunak dari orang yang membelinya meskipun pembeli tersebut tidak memiliki hak untuk meminjamkan, mendistribusikan atau menjualnya kembali. Pada zaman itu, bisa dikatakan tidak ada perangkat lunak hasil crack, semuanya asli meskipun tidak legal. Perangkat lunak berpindah dari satu tangan ke tangan yang lain dengan media disket berukuran 5.25 Inch atau 3.5 Inch dengan kapasitas bervariasi mulai 720MB hingga 1.44MB. Beberapa perangkat lunak yang berukuran agak besar bahkan didistribusikan menggunakan banyak disket, misalnya Windows yang menggunakan 6 disket dan Microsoft Office menggunakan 2 hingga 4 disket. Meskipun harganya cukup mahal, perangkat lunak legal maupun ilegal juga dapat dibeli di toko-toko komputer.

Beranjak ke zaman tahun 2000-an, perangkat lunak ilegal tetap marak beredar meskipun dengan model yang sedikit berbeda. Banyak perangkat lunak bajakan adalah hasil crack, sudah tidak asli. Para produsen perangkat lunak sudah menggunakan teknik-teknik proteksi dengan algoritma canggih agar produk-produk mereka tidak dimiliki secara ilegal (baca:dibajak) oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Setelah saya mengenal GNU/Linux pada tahun 2000, saya mulai membaca banyak hal tentang lisensi perangkat lunak dan penggunaannya, dan mulai menyadari bahwa menggunakan perangkat lunak ilegal adalah suatu hal yang salah karena menggunakan sesuatu tanpa hak (tanpa izin pemilik) hampir sama dengan mencuri. Saya tidak sanggup membeli sistem operasi Windows dan aplikasi-aplikasi lainnya, oleh karena itu saya mulai beralih menggunakan GNU/Linux. Sayangnya dalam banyak hal, Windows dan aplikasinya tidak bisa ditinggalkan, tugas kuliah yang harus dikumpulkan dalam format Microsoft Word, Microsoft FoxPro dan Visual Basic adalah beberapa diantaranya. Untuk mengatasi hal ini saya terpaksa memasang dua sistem operasi pada komputer yang saya gunakan. Karena banyaknya kebutuhan dalam menggunakan komputer, dari pekerjaan membuat laporan, pemrograman, multimedia hingga desain grafis, maka akhirnya aplikasi ilegal semakin banyak terpasang dalam komputer saya.

Walaupun kini ketergantungan terhadap format-format propietary terebut telah mulai hilang sedikit demi sedikit dan tergantikan dengan format yang lebih standar dan umum, namun kebutuhan terhadap sistem operasi Windows tetap tidak hilang. Karena saat ini saya baru bisa memiliki Windows legal saja tapi tidak sanggup membeli aplikasi lainnya, maka saya mengganti aplikasi-aplikasi ilegal di Windows saya dengan aplikasi dan perangkat lunak alternatif baik yang gratis (free, tapi tidak open source) maupun bebas terbuka (open source). Berikut daftarnya:

  1. Aplikasi perkantoran
  2. CD-DVD
  3. Utiliti
    • Aplikasi kompresi dan arsip 7-Zip
    • Aplikasi antivirus Avast
  4. Desain grafis dan fotografi
  5. Multimedia
  6. Pemrograman
  7. Editor teks
  8. Sains

Catatan: daftar ini belum final, masih akan diperbaharui sesuai perkembangan, jika anda memiliki saran aplikasi alternatif lain yang lebih baik dan patut saya coba atau kategori tertentu yang belum saya catat, silahkan beri usul di komentar, terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s