Tampilan per tanggal 26 Juli 2014 dengan tema Adwaita

Fedbang! Remix


Di kantor saya menggunakan sebuah komputer yang cukup “tua” untuk software terkini. Dengan prosesor Core2 Duo, memory 2GB dan hard drive yang agak lambat semua pekerjaan masih bisa dituntaskannya. Saya mendapatkan komputer ini dengan kondisi cukup baik dengan sistem operasi Microsoft Windows 7 bajakan dan berbagai macam perangkat lunak dan tak lupa pula beberapa peramban internet lengkap dengan toolbar dan browser hijacker di dalamnya. Saya tak puas, segera saya unduh berkas ISO ElementaryOS terbaru dan langsung menjalankan instalasi menggunakan drive USB. Setelah instalasi selesai, saya lakukan instalasi beberapa paket dan pengaturan yang terkait dengan pekerjaan yang akan saya lakukan (salah satunya berkaitan dengan Dell iDRAC, mungkin akan dibahas di tulisan terpisah).
Awalnya kinerja komputer cukup memuaskan, jauh lebih baik daripada menggunakannya dengan kondisi sebelumnya yang berisi virus, spyware, browser hijacker dan sampah lainnya. Namun belakangan dengan berbagai tambahan dan kostumasi ringan yang terapkan, komputer ini mulai berulah. Seringkali ketika melakukan aktifitas tertentu, operasinya membeku (freeze) untuk beberapa saat, dugaan saya karena adanya proses baca-tulis ke partisi swap, karena keterbatasan ruang di memory. Awalnya saya berusaha memaklumi, namun akhirnya tidak tahan.
Beralih ke Fedora. Akhirnya saya putuskan mengganti distribusi GNU/Linux yang digunakan ke Fedora 20. Ternyata keputusan saya salah. ElementaryOS yang menggunakan desktop yang lebih ringan saja kejadiannya seperti itu, apalagi menggunakan Gnome Shell di Fedora. Tak lama sayapun kembali melakukan install ulang menggunakan Crunchbang!. Dulu saya pernah menggunakan distribusi ini di netbook yang lama dan kinerja komputer menjadi sangat memuaskan karena penggunaan Window Manager yang ringan dan tanpa Desktop Environment yang memberatkan sumber daya komputer. Namun ini juga tak bertahan lama, karena saya yang tidak sabar, instalasi dan konfigurasi iced-tea kurang sempurna menyulitkan saya untuk bekerja menggunakan Dell iDRAC. Sebelum saya menyadari kesalahan saya, saya putuskan kembali ke Fedora, namun kali ini saya akan melakukan kostumasi sendiri dengan meniru kepada konsep Crunchbang!.
Berikut sebagian aplikasi dan kostumasi yang saya terapkan:

  • menginstalasi Fedora 20 dengan modus minimal desktop
  • Membuang semua window manager dan desktop environment yang telah terinstall dan menyisakan openbox
  • Memasang tint2, dan beberapa aplikasi bantuan seperti obconf, obmenu, tintwizard, nitrogen dan lxappearance
  • Memasang Terminator dan Guake
  • Memasang network-manager-applet, volumeicon, PulseAudio Volume Control dan parcellite
  • Memasang xscreensaver, xfce4-notifyd, xfce4-screenshooter, plank
  • Memasang Geany dan Zim
  • Memasang Libreoffice dan Kingsoft Office
  • Memasang Firefox, Geary, Filezilla, dan Liferea
  • Memasang beberapa perangkat system config seperti system-config-users. system-config-date, system-config-repo
  • Memasang beesu (karena di fedora tidak ada gksu/gksudo)
  • Mengkostumasi tampilan tint2, mengunduh beberapa gambar untuk latar belakang, memasang beberapa tema gtk2 dan gtk3, memasang beberapa tema openbox (saat ini saya menggunakan tema elementary untuk gtk dan egtk untuk openbox
  • Dan memasang aplikasi lain seperti file-roller, Thunar, XMind, font-manager, dan lain-lain

Untuk sementara, saya cukup puas. Saya bahkan berencana untuk melanjutkan pekerjaan ini, mudah-mudahan bisa menghasilkan semacam distribusi remix atau remaster, atau minimal menghasilkan skrip unattended-setup. Jika ada saran, kritik atau jika rekan-rekan ingin membantu dalam pekerjaan menyenangkan ini, mohon beritahu saya. Tangkapan layar terkini dapat rekan-rekan lihat di bawah.

NB: Tadinya mau dikasih nama Fedorabang!, tapi dengan berbagai pertimbangan akhirnya saya lebih memilih Fedbang! Remix

NB Lagi: Wallpaper diunduh dari wallpaperswide

Percobaan notifikasi

Percobaan notifikasi

Aplikasi Qt

Aplikasi Qt

Tampilan per tanggal 24 Juli 2014 dengan tema elementary

Tampilan per tanggal 24 Juli 2014 dengan tema elementary

Tampilan per tanggal 26 Juli 2014 dengan tema Zukitwo

Tampilan per tanggal 26 Juli 2014 dengan tema Zukitwo

Membuat Kode baris Dalam Jumlah Banyak menggunakan Perangkat Lunak Terbuka


Kode baris atau barcode sudah sangat umum digunakan, di kemasan produk, tiket penerbangan, buku, majalah hingga kartu diskon. Untuk membuat kode baris sebenarnya cukup mudah, ada banyak aplikasi online yang bisa memudahkan membuat kode baris dalam berbagai simbology.
Dalam tulisan kali ini saya mengambil contoh kasus membuat kode baris serial atau berurutan dalam jumlah banyak. Kode baris seperti ini sering dibutuhkan untuk memberi kode unik pada koleksi-koleksi seperti buku, cd, dvd dan lain-lain. Perangkat lunak yang digunakan juga cukup sederhana,mudah dan murah didapat. Untuk keperluan ini saya menggunakan perangkat lunak Kingsoft Spreadsheet dan glabels. Berikut tahap-tahap pembuatan kode baris serial: Baca lebih lanjut

Tablet PC dan Aplikasi Penting


Akhir-akhir ini intensitas saya berhadapan dengan komputer sangat tinggi. Terutama ketika masih sibuk dengan tugas-tugas kuliah dan penelitian di lab SIMS (Sistem Informations and Management Science). Namun tidak semua aktifitas berkomputer itu memerlukan computing power yang tinggi, memori besar, grafis yang bagus dan dan layar lebar atau media penyimpanan besar. Kadangkala saya hanya membaca media berita online, media sosial, atau bermain game ringan. Untuk hal yang agak serius sayapun hanya menulis catatan-catatan dan menulis program dengan teks editor saja. Kadangkala saya juga memonitor kondisi server dan database. Untuk semua pekerjaan-pekerjaan itu, komputer saya di lab amatlah sangat terlalu perkasa.

Baca lebih lanjut

Instalasi Modul Perl yang Lebih Mudah


Sebelumnya saya sudah menulis tentang instalasi Perl dan modulnya. Instalasi modul Perl dengan console cpan sangat mudah, namun kadangkala instalasi beberapa modul dengan cpan terasa menyulitkan karena harus berurusan dengan dependensi, kompilasi dan lainnya, terutama bagi yang awam dengan arsitektur modul Perl. Untuk itu, seorang programmer Perl bernama Tatsuhiko Miyagawa membuat sebuah modul yang diberi nama cpanm (cpanmin.us).

Baca lebih lanjut

Perangkat Lunak Alternatif Pilihan


Dahulu ketika mulai belajar menggunakan komputer pada tahun 1994, saya menggunakan sistem operasi Windows 3.11 for Workgroups dan Disk Operating System (DOS) versi 5 dan 6. Semua perangkat lunak yang saya gunakan adalah asli dan legal, termasuk perangkat lunak Office for Windows dan yang lainnya (ga inget lagi, apa aja ya? ). Seiring berjalannya waktu, mulailah saya mengenal perangkat lunak-perangkat lunak lain termasuk update dari perangkat lunak sebelumnya. Namun perbedaannya, perangkat lunak-perangkat lunak tersebut adalah hasil dari unauthorized copying, dimana pengguna menyalin installer dari perangkat lunak dari orang yang membelinya meskipun pembeli tersebut tidak memiliki hak untuk meminjamkan, mendistribusikan atau menjualnya kembali. Pada zaman itu, bisa dikatakan tidak ada perangkat lunak hasil crack, semuanya asli meskipun tidak legal. Perangkat lunak berpindah dari satu tangan ke tangan yang lain dengan media disket berukuran 5.25 Inch atau 3.5 Inch dengan kapasitas bervariasi mulai 720MB hingga 1.44MB. Beberapa perangkat lunak yang berukuran agak besar bahkan didistribusikan menggunakan banyak disket, misalnya Windows yang menggunakan 6 disket dan Microsoft Office menggunakan 2 hingga 4 disket. Meskipun harganya cukup mahal, perangkat lunak legal maupun ilegal juga dapat dibeli di toko-toko komputer.

Baca lebih lanjut

Memulai Belajar Perl


Strawberry Perl

Strawberry Perl

Saya mendapat tugas, yang sebetulnya mudah bagi yang sudah terbiasa, namun bagi saya ini cukup sulit. Untuk tugas ini saya harus membuat sebuah program untuk mengumpulkan data dari internet. Program ini harus dibuat dengan bahasa pemrograman Perl, karena saya belum pernah belajar Perl dengan serius, saya pikir inilah saatnya. Memang agak terlambat, tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

Untuk memulai belajar Perl, hal-hal yang harus dipersiapkan cukup sederhana dan mudah didapatkan:

  1. Interpreter Perl. Untuk mendapatkan interpreter Perl cukup mudah. Jika menggunakan GNU/Linux, misalnya distribusi Debian atau Ubuntu, cukup menggunakan perintah sudo apt-get install perl. Jika menggunakan RedHat, CentOS atau Fedora bisa dengan perintah su -c “yum install perl”. Jika menggunakan Windows ada beberapa interpreter Perl yang dapat digunakan. Dulu saya pernah mencoba ActivePerl dari Activestate yang bisa didapatkan di http://www.activestate.com/activeperl. Sekarang tersedia implementasi Perl yang full Open Source di Windows bernama Strawberry Perl dan bisa didapatkan di http://strawberryperl.com. Yang saya gunakan saat ini adalah Strawberry Perl. Sedikit tentang Strawberry Perl, merupakan implementasi Perl di Windows yang dibuat oleh pencipta Perl sendiri, Larry Wall yang juga menciptakan program rn (Usenet client) dan program patch (sering digunakan untuk mengupdate source program). Baca lebih lanjut

Menginstall LEMP dengan Ubuntu


Anda tentu tentu tahu LAMP. LAMP adalah kependekan dari Linux, Apache MySQL, PHP. LAMP adalah kombinasi powerful untuk layanan webserver. Bagaimana jika Apache kita ganti dengan Nginx? Maka namanya akan berubah menjadi LEMP. Kenapa harus Nginx? Ada banyak alasan. Diantaranya adalah Nginx dikenal sebagai webserver dengan footprint memory yang kecil, sehingga tidak membebani sumberdaya server. Selain itu Nginx juga lebih gesit daripada Apache. Tidak seperti Apache, tidak ada modul PHP untuk Nginx. Untuk itu, biasanya PHP diinstall dalam bentuk CGI. Sekarang umumnya webserver LEMP menggunanan PHP-FPMuntuk memudahkan instalasi dan manajemen proses serta konfigurasi PHP. Proses instalasi LEMP di Ubuntu sebagai berikut:

  1. Jalankan perintah sudo apt-get install nginx php5-fpm php5-mysqlnd mysql-server
  2. edit konfigurasi virtualhost default nginx yang ada di /etc/nginx/sites-enabled/default, cari baris berikut Baca lebih lanjut